Tampilkan postingan dengan label Pustaka Ayah Bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pustaka Ayah Bunda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Oktober 2008



Bu ingatkah janjiku dulu

Saat sandikala perlahan datang menumpu hari

Saat potongan ayam kita bubuhkan untuk lauk dagangan

Ibu mungkin sudah lupa……

Sembari bekerja kita berbagi

Tentang untung rugi dan pengeluaran

Tentang nyeri tulang yang tak tertahankan

Tentang luka gores tangan yang telah mengering

Bu jika aku mampu nanti jangan ibu tidur beralas tikar

Tak boleh lagi ibu basuh muka dengan air timba

Jangan pernah ibu melangkah saat kaki meradang

Bu………..

Saat ku tlah bisa kenapa ibu tak bisa menunggu


Hari ini kulihat bunda

Termenung termangu

Ada apa?

Saat bicara air mata berlinang

Salahkah aku bunda ?

Kukejar cinta terlarang

Tapi apa daya……………….

Andai bunda mengerti

Tak Cuma bahagia kudapat

Tangis pun ada

Kenapa kubertahan bunda

Kurasa cinta

Jangan salahkan aku lagi

Aku muak tapi tak benci

Bunda jangan pasung aku

Dengan derita yang pernah terasa

Bunda garisku berbeda

Telapak , kepala hingga raga

Biar aku bebas aku tau jalanku

Bila benci bunda tak terelakan

Aku mohon jangan pernah tolak sujudku

Biarkan aku memujamu

Karena selalu dilubuk hatikku

Ditiap linang air mataku

Ditiap tutur bahasa mulutku

Bunda selalu menjadi surgaku


Bali Oktober 18,2007